Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia pastinya akan memperhatikan jaminan halal pada produk yang dijual. Hal ini untuk menjadikan umat Islam di Indonesia tidak khawatir dalam memilih dan mengkonsumsi produk-produk tersebut. Selain jaminan halal, sebuah produk haruslah baik dilihat dari kandungan komposisi atau efek sampingnya. Entah itu produk berupa makanan, minuman, maupun obat-obatan.
Selama ini, lembaga di Indonesia yang dipercaya untuk menjalankan peran pengawasan serta pemberian jaminan halal sebuah produk adalah Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).
Akan tetapi, menurut  Dr. Ir. Lukmanul Hakim dari LPPOM MUI, dijelaskan bahwa dengan adanya pembahasan UU No. 30 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal maka nantinya perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam sistem penjaminan halal sebuah produk di Indonesia. Hal ini dikemukakan Hakim saat memberikan materi dalam sebuah workshop bertajuk “Peran Perguruan Tinggi dalam Sistem Jaminan Halal di Indonesia” yang digelar Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
“Perguruan tinggi dapat berperan melakukan kajian sebelum implementasi sertifikat halal, membangun lab rujukan, dan mengembangkan lembaga penjamin halal mandiri,” kata Hakim, seperti dikutip okezone.com Kamis (26/2).
Bahkan, dengan dukungan berbagai ahli serta fasilitas yang memadai, perguruan tinggi tak hanya dapat melakukan kajian dan membangun laboratorium rujukan saja, tetapi juga memiliki potensi yang cukup besar untuk dapat memberikan peranannya dalam sistem penjaminan halal tersebut.
Dikatakan Hakim bahwa dengan para ahli yang dimilikinya, perguruan tinggi juga dapat mengadakan pelatihan bagi penyedia halal, perusahaan, dan masyarakat untuk mengembangkan sumberdaya berkompeten yang bekerja di lembaga penjamin halal.
Sementara itu, Wakil Rektor I UII, Dr. Ing. Ilya Fadjar Maharika menyatakan bahwa peranan perguruan tinggi dalam hal tersebut sebenarnya dapat dilakukan dengan cara memberikan pemahaman terhadap masyarakat luas untuk peduli terhadap kehalalan suatu produk yang mereka konsumsi.
Ilya menambahkan, “Secara universal, halal dapat diperluas maknanya dengan hak untuk mendapatkan makanan yang baik. Adapun definisi tentang makanan yang baik bagi umat Muslim adalah aspek kehalalannya.”

Workshop yang menjadi langkah UII dalam mempersiapkan studi kelayakan untuk membentuk pusat halal ini dihadiri oleh para akademisi UII. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top