Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Nico Harjanto pengamat Politik dari Populi Center, sangat menyayangkan sikap politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam memperlihatkan syahwat politiknya pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya PDIP melakukan cara-cara yang tidak elegan dalam menyampaikan sikap politik. Hal ini terlihat terutama ketika PDIP meminta Presiden Jokowi untuk segera melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.
"PDIP sebagai pemenang Pilpres harusnya bisa meminta keinginan politiknya (melantik BG) ke Presiden lebih elegan. Jangan kaya orang lapar gitu," ujar Nico di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2) kemarin seperti dikutip okezone.com.
Jika memang Presiden Jokowi tidak melantik mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu sebagai Kapolri, Nico mensinyalir bahwa nantinya Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang dimotori PDIP akan semakin menekan posisi Presiden.
Konflik Presiden dengan koalisi KIH, terutama dengan PDIP diyakini oleh Nico akan berlanjut terus, dan akan terjadi kembali. Hal ini dikarenakan PDIP merasa keinginan politik tidak diakomodasi Presiden.
PDIP saat ini baru menyadari jika porsi kadernya yang duduk di pemerintahan lebih sedikit ketimbang partai pendukung lainnya. Padahal menurut Nico, PDIP merupakan partai dari mantan Gubernur DKI Jakarta ini dan memiliki suara hasil Pemilu legislatif lebih banyak daripada partai pendukung koalisi yang lain. Karena hal inilah, beberapa kali muncul wacana reshuffle kabinet dari PDIP akibat kurangnya wakil dari PDIP yang duduk di kabinet dan berada di dekat lingkaran presiden.
Isu reshuffle kabinet ini menurut Nico akan mneyasar ke sosok Sekretaris kabinet Andi Widjajanto serta Menteri BUMN Rini Soemarno. Seperti diketahui bahwa beberapa politikus PDIP menganggap beberapa orang di lingkaran presiden Jokowi adalah pengkhianat atau Brutus yang menghalangi komunikasi PDIP ke Presiden Jokowi.
Jika keinginan PDIP itu tidak diakomodasi, tentu akan menimbulkan konflik lebih lanjut antara Presiden dan PDIP, pungkas Nico. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top