Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Demi mempercepat perkembangan industri pasar modal syari’ah di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyiapkan pemberian insentif terhadap produk-produknya sebagai salah satu cara agar lebih diminati oleh investor.
Kepala Eksekurif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida pada Selasa (10/2) kemarin menyatakan, “ Pada 2015 merupakan tahun pasar modal syari’ah, sebagai regulator tentunya akan berupaya untuk mengembangkan pasar modal syari’ah, semua produknya akan kita dorong agar lebih berkembang salah satunya dengan memberikan insentif,".
Ditambahkan pula bahwa salah satu hal yang akan dilakukan untukpengembangan yakni menyempurnakan peraturan terkait penerbitan efek syari’ah serta penyusunan peraturan baru yang terkait dengan Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM).
OJK juga sedang melakukan pengkajian terhadap kemungkinan pengenaan pungutan yang lebih rendah untuk produk syari’ah di pasar modal dan kerjasama dengan instansi terkait tentang kejelasan beberapa aturan terkait perpajakan, demikian terang Nurhaida seperti dikutip republika.co.id
Pihak OJK juga sedang menyusun "roadmap" pasar modal syari’ah sebagai pedoman regulator serta "stakeholders" dalam menentukan arah kebijakan lima tahun ke depan. Nurhaida mengatakan, "Roadmap berfokus pada lima sektor yaitu penguatan regulasi, peningkatan 'supply and demand', pengembangan SDM, promosi dan edukasi serta sinergi kebijakan dengan pihak terkait."
Lebih lanjut ia menyatakan bahwa kontribusi produk syari’ah di pasar modal terhadap industri masih memiliki peluang besar untuk dtingkatkan dalam beberapa tahun ke depan.
Melihat pada data OJK per 6 Februari 2015, nilai kumulatif penerbitan sukuk korporasi mencapai Rp. oleh 12,9 triliun yang diterbitkan oleh 33 perusahaan. Nilai "outstanding" sukuk korporasi mencapai Rp. 12,9 triliun dengan pangsa pasar 3,2 persen dan "outstanding" sukuk negara mencapai Rp206,7 triliun dengan pangsa pasar 10,6 persen. Sedangkan outstanding reksadana syari’ah pada periode sama mencapai Rp. 11,25 triliun dengan pangsa pasar 4,63 persen.

Saat ini mayoritas saham emiten di Indonesia termasuk sebagai saham syari’ah seperti dijelaskan Nurhaida. Jumlah saham syari’ah mencapai 336 saham dengan nilai kapitalisasi sebesar Rp. 3.011 triliun atau 56,4 persen dari kapitalisasi seluruh saham. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top