Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un. Umat Islam minoritas masih saja mengalami diskriminasi atas kebebasan melaksanakan ajaran agama Islam. Kali ini penderitaan dialami oleh warga muslim minoritas Uighur di wilayah Xinjiang di China yang semakin terasa.
Seperti dilansir onislam.net, pemerintah China dikabarkan telah memaksa para imam dari timur distrik Muslim Xinjiang untuk menari di jalanan, dan bersumpah bahwa mereka tidak akan mengajarkan agama kepada anak-anak yang dianggap membahayakan jiwa.
Mengatasnamakan peradaban, seluruh imam di Xinjiang dikumpulkan di sebuah lapangan dan dipaksa untuk menari dan bernyanyi mengumandangkan slogan yang mendukung negara. Termasuk didalamnya slogan yang memuliakan negara atas agama seperti 'perdamaian negara memberikan ketenangan bagi jiwa'. Bahkan ada pamflet yang bertuliskan ‘Pendapatan kami berasal dari Partai Komunis Cina bukan dari Allah’.
Pemerintah juga berpidato mengatakan agar para pemuda menjauh dari masjid, dan mengatakan doa itu berbahaya bagi kesehatan mereka serta mendorong mereka untuk menari sebagai gantinya. Sedangkan para guru perempuan diperintahkan untuk mengajarkan anak-anak agar menjauh dari pendidikan agama dan bersumpah bahwa mereka akan menjaga anak-anak jauh dari agama.
Muslim Uighur adalah minoritas berbahasa Turki yang berjumlah sekitar delapan juta jiwa dan mendiami wilayah barat laut Xinjiang.
Kelompok-kelompok HAM menuduh pihak berwenang China bersikap represif terhadap Muslim Uighur di Xinjiang dengan mengatasnamakan pencegahan dan penanganan terhadap terorisme.
Seperti diketahui, sikap represif Pemerintah Komunis China pada muslim Xinjiang makin meningkat. Pada November lalu, Pemerintah Xinjiang melarang pelatihan dan pengajaran agama di gedung-gedung pemerintahan, serta pelarangan mengenakan pakaian atau logo yang berhubungan dengan simbol agama Islam.

Sebelumnya pada bulan Agustus, kota Xinjiang utara Karamay para pemuda dilarang memelihara jenggot serta wanita dilarang keras mengenakan burqa atau jilbab pada saat di tempat dan transportasi umum. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top