Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Valentine Day, perayaan yang biasa dilakukan oleh kalangan Nasrani ternyata menjangkiti kawula muda muslim dan muslimah di dunia. Hal ini menimbulkan kegelisahan di dalam internal kaum muslim, karena melihat banyak muslim dan muslimah yang ikut-ikutan merayakan hal itu dengan kegiatan yang mudharat.
Ditemui di tengah acara Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) di Jogjakarta, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, MA., yang juga Ketua PP Muhammadiyah menyatakan bahwa gerakan serta kampanye menolak perayaan hari Valentine perlu digalakkan di tengah kawula muda muslim dan muslimah mengingat dampak negatif yang sangat besar dalam perayaan itu.
“Harus ada gerakan yang menentang perayaan Valentine, agar kemudian para anak-anak muda bertanya-tanya, mengapa ditentang,” paparnya seperti dikutip islampos.com, Ahad (8/2) kemarin.
Buya Yun menghimbau pemuda-pemuda muslim agar mau belajar sejarah serta latar belakang lahirnya hari Valentine yang berasal dari ajaran Gereja yang diramaikan lewat budaya pop.
Apalagi manifestasi dari perayaan Valentine ini kemudian telah menjurus pada hal-hal maksiat seperti pergaulan bebas dan perzinaan menjadi marak.
Menurut beliau, ada kebiasaan sebulan dua bulan setelah adanya perayaan Valentine akan ada banyak kasus hamil diluar nikah.
“Pemuda-pemuda muslim saya sarankan untuk ikut menyadarkan kawan-kawannya yang terbawa merayakan Valentine dengan memberikan alternatif kegiatan seperti diskusi dan majelis ilmu,” ujar dosen perguruan tinggi ternama di Jogjakarta ini.
Hal-hal yang membudaya seperti perayaan Valentine ini tidak bisa serta merta dihapus, namun bisa dialihkan ke arah yang lebih positif  jelas Yunahar. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top