Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Mendekati tenggat waktu pelaksanaan eksekusi mati terhadap dua warga Australia Andrew Chan (31) dan Myuran Sukumaran (33), akhirnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi buka suara. Retno berharap tidak ada polemik serta dampak buruk atas terjadinya hal ini. Menurutnya, hubungan Australia dan Indonesia sudah berjalan baik dan memiliki arti yang cukup penting.
"Saya ulangi pernyataan ini terkait keputusan hukuman mati yang dibuat pengadilan di Indonesia tidak ditujukan pada negara dan warga negara tertentu, melainkan untuk seluruh pelaku kejahatan narkotika," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenlu di Jakarta Pusat, Selasa (17/2) seperti dikutip republika.co.id.
Retno menegaskan dalam pernyataannya di hadapan pers, hukuman mati adalah bagian dari hukum positif Indonesia dan tidak bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM) bahkan tidak melanggar Konvensi Internasional. Mahkamah Konstitusi dijelaskan Retno sudah memastikan pada tahun 2007 bahwa hukuman mati tidak bertentangan dengan penghormatan atas HAM, sebagaimana ditetapkan oleh konstitusi Indonesia. Lebih lanjut, Retno juga menggarisbawahi bahwa hak asasi manusia juga harus mempertimbangkan hak orang lain, ketertiban umum, dan moral bangsa.
Pasal 6 dari Perjanjian Internasional atas Hak Sipil dan Politik Negara menyebutkan hukuman mati bisa diterapkan dalam kejahatan yang paling serius melalui keputusan yang sesuai jelas Retno. Selain itu, Konvensi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Melawan Peredaran Obat-obat Terlarang dan Zat-zat Psikotropika pada tahun 1988 menyebutkan narkoba membawa ancaman serius kepada kesejahteraan umat manusia.
"Konvensi itu juga mengatakan negara boleh memberlakukan hukuman lebih tegas melawan kriminal narkoba," ujarnya.
Pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama internasional dengan sepuluh negara untuk memerangi bahaya narkotika tanpa merinci daftar negara tersebut ujarnya. Retno juga menyatakan apa yang dilakukan Pemerintah Australia dengan mendorong dan membela terus menerus dua warga negaranya agar tidak dihukum mati juga akan dilakukan Pemerintah Indonesia jika ada warganya yang sedang terancam hukuman mati di negara lain.
"Selama beberapa hari terakhir, rencana eksekusi mati telah mengundang perhatian luas dari media di Australia," lanjut Retno. Retno mengakui sadar akan hal itu, namun sekali lagi dia tegaskan, hukuman mati adalah murni persoalan penegakan hukum untuk melawan kejahatan luar biasa.

Retno mengungkapkan bahwa Indonesia dan Australia memiliki kerja sama yang luas di banyak bidang seperti politik, keamanan, perdagangan, serta investasi. Bahkan, jalinan kerjasama itu sudah menyangkut hubungan sosial budaya dan orang per orang. Retno mengharapkan hubungan Indonesia dan Australia seharusnya didasari rasa saling hormat dalam persoalan hukuman mati ini sesuai koridor hukum yang berlaku di negara setempat. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top