Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perlindungan Umat Beragama sedang disiapkan oleh Kementerian Agama. RUU ini bertujuan untuk membentuk persamaan persepsi dan cara pandang pada diri setiap anak bangsa agar nantinya tidak terjadi penistaan terhadap agama.
“Kami kan sudah menyiapkan RUU tentang perlindungan umat beragama yang sampai sekarang terus kami matangkan,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Kamis (19/2) seperti dikutip hidayatullah.com.
Lukman berharap nantinya RUU ini dapat membawa ketentraman serta kedamaian antar-umat beragama dan meredakan penolakan serta penghinaan pada agama lain dengan mempertegas beberapa hal di dalamnya.
Dalam contohnya adalah pada saat ini sudah beredar beberapa spanduk yang menolak ajaran SYiah atau Wahabi ujar Lukman. Ekspresi penolakan-penolakan itu apakah dikategorikan sebagai wujud kebebasan beragama atau sudah bisa dikategorikan sebagai penginaan terhadap paham agama, itu yang harus diperhatikan dalam RUU ini.
Sehingga nantinya para aparat hukum, tutur dia, memiliki landasan hukum yang jelas dan ketegasan aturan untuk bisa membedakan perilaku melanggar hukum atau kebebasan berekspresi dalam kebebasan agama.
Pada April 2015 RUU ini ujar Menag akan disebarluaskan kepada masyarakat, tokoh agama, organisasi keagamaan serta pegiat HAM. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan respon serta masukan yang membangun demi kelancaran perumusan RUU nantinya.
Disisi lain, selain memerlukan masukan dalam rangka menyempurnakan isi, Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB) ini pun perlu pengawalan umat agar tidak berdampak pada penyusupan berbagai kepentingan.
etua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DKI Jakarta, Fahmi Salim saat dimintai keterangan menyatakan bahwa ada indikasi, RUU Perlindungan Agama berpotensi melemahkan fatwa MUI terkait aliran sesat.

”Kalau tidak kita kawal, tidak kita awasi, bisa disusupi. Bisa mengarah pada intervensi isi materi dakwah, tata tertib doa di sekolah. Akhirnya bisa ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan yang berpotensi melemahkan fatwa MUI tentang aliran sesat,” jelasnya belum lama ini. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top