Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Buku yang dikarang oleh seorang psikolog Toge Aprilianto memantik kontroversi. Buku nyeleneh berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran” telah memicu kecaman dan protes dari berbagai kalangan, terutama umat Islam di Indonesia. Salah satu yang melakukan protes keras adalah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Bahkan, KPAI secara resmi melaporkan buku jenis psikologi tersebut kepada pihak Mabes POLRI karena dianggap melanggar nilai dan norma luhur masyarakat.
“Alhamdulillah, sekarang sudah berproses di Mabes Polri,” kata Komisioner KPAI Susanto di Jakarta, Jum’at (6/2) seperti dikutip Antara.
Susanto juga menjelaskan bahwa dalam isi buku tersebut pada halaman 21 tertulis “cium pipi masa pedekate gak ada salahnya. Cium pipi pas pedekate ini kan petunjuk bahwa kedua belah pihak udah nyataain mau menjalani relasi”.
Malahan pada halaman 60 terdapat narasi teks yang sangat mengganggu, “sebetulnya wajar kok kalau pacar ngajak kamu ML. Wajar juga kalau kami ngajak pacarmu ML. Hal itu naluriah alamiah. Jadi pertanda kalau kamu dan/atau pacarmu masih punya energi buat terlibat dlm proses reproduksi yang memang sewajarnya dimiliki oleh setiap makhluk hidup”.
Di halaman lainnya bahkan dalam sebuah narasi teksnya “kalau kamu pas lagi mau ijinin dia menjamah, silahkan kalian nikmati bersama”.
Peredaran buku ini juga sudah ada di tengah publik melalui buku elektronik serta buku cetak jelas Susanto.
Menurutnya, peredaran buku ini bertentangan dengan KUHP, UU ITE, UU Pornografi dan UU Perlindungan Anak.
Bahkan pada hari Kamis sebelumnya, Ketua KPAI Asrorun Niam melaporkan penulis buku berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran”, Toge Aprilianto ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia.
“Kami memindaklanjuti adanya laporan masyarakat terkait peredaran buku itu. KPAI akan meneruskan hasil kajian KPAI terkait buku ini ke pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum,” katanya. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top