Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pada Sabtu (7/2) malam lalu sedikitnya 30 orang ditangkap saat aksi demonstrasi oleh kelompok sayap kanan English Defence League (EDL) / Liga Pertahanan Inggris di kota Dudley Inggris. Demonstrasi ini adalah aksi perlawanan terhadap rencana pembangunan masjid yang akan dilaksanakan di kota Dudley. Aksi ini diikuti oleh lebih dari ribuan orang yang hadir di tengah penjagaan ketat aparat kepolisian Inggris.
Tambahan personil kepolisian ditambah sejak Sabtu dinihari, dan pintu masuk ke pusat kota dibatasi serta dijaga ketat aparat untuk kendaraan saat ratusan anggota EDL fasis datang ke kota dengan mobil dan kereta api.
Anggota EDL diizinkan pihak kepolisian untuk jalan berbaris menuju Priory Road di mana mereka melakukan pidato keras anti-Islam serta membawa spanduk rasis dan bendera Inggris di depan Dewan Dudley. Dalam spanduk mereka tertulis beberapa kata rasis dan islamophobia "Islam pergi ke neraka", “Tak Ada Lagi Masjid” dan "Lebih Islam, kurang bebas".
Di waktu yang bersamaan, sebuah demonstrasi kontra rasis EDL dilakukan oleh United Against Fascism (UAF) sekitar 50 meter dari Masjid Dudley Central di Castle Street, Dudley.
UAF dan masyarakat setempat Dudley berulang kali memberikan pesan-pesan persatuan dan kebersamaan. "Cinta musik, benci rasisme" adalah slogan utama dari demonstrasi yang diselenggarakan sekitar 300 orang. Sahin Kathawala, seorang aktivis UAF seperti dikutip worldbulletin.net, mengatakan, "EDL adalah sebuah kelompok Islamofobia, mereka fasis dan rasis. Inggris adalah negara yang menerima orang-orang dari seluruh dunia. EDL ingin menciptakan kebencian serta menciptakan perpecahan. Inggris adalah sebuah negara di mana orang rukun dan EDL ingin menghancurkan itu.”
Seorang anggota dewan Dudley,Pete Lowe juga berorasi di atas panggung dan mengulangi pernyataan bahwa bahwa EDL tidak diterima di Dudley.
"Mereka (EDL) tidak hanya menentang masjid Dudley, mereka menentang setiap masjid, hak setiap orang untuk mempraktikkan agama mereka sendiri. Mereka adalah islamofobia," seru Lowe.
Dalam demonstrasi ini pihak kepolisian Dudley menggunakan dinding logam untuk memisahkan dua demonstrasi, hanya warga cacat dan anggota pers yang diizinkan melalui penghalang logam ini.
Demonstran kedua belah pihak ini berakhir pada dini hari dan sebagian besar anggota EDL diarahkan oleh pihak kepolisian serta dikawal keluar dari Dudley.
Namun, beberapa saat ketika polisi mengawal anggota EDL keluar kota, terjadi aksi brutal dimana beberapa anggota EDL yang masih tinggal di kota mulai menyebabkan masalah dengan polisi. Para demonstran EDL menyerang anggota polisi dan melemparkan kaleng bir serta batu ke arah mereka. Polisi segera bertindak tegas dengan menahan beberapa anggota demonstran. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top