Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Sebut saja namanya Iswanti, pekerjaan perawat di salah satu rumah sakit swasta. Sudah beberapa hari mengeluh sakit kepala. Kira-kira satu bulan sebelumnya, ibu dua anak ini baru saja ditinggal mati putrinya, anak nomor dua. Karena diduga sakit kepalanya terkait dengan musibah yang dideritanya, pengobatan dilakukan dengan obat jalan sambil diminta untuk menenangkan diri. Namun makin hari keluhan tidak makin berkurang, justru malah bertambah.
Pasien mengeluh berjalan sempoyongan dan sering disertai rasa mau muntah. Akhirnya dokter ahli memutuskan untuk melakukan pemeriksaan head CT Scan. Sangat mengejutkan, hasil pemeriksaan menunjukkan terdapatnya tumor intracerebral, yaitu tumor yang menyerang jaringan otak.
Keluhan Sakit Kepala “Tidak Biasa”
Tumor adalah pertumbuhan tidak normal jaringan yang ada dalam tubuh manusia. Semua jaringan dapat menjadi tumor kecuali kuku dan rambut. Tumor otak khususnya bentuk yang ganas merupakan tumor yang fatal.
Gejala tumor kepala kadang-kadang hanya ringan atau sederhana, berupa nyeri kepala terutama sewaktu bangun tidur, sehingga dikira sebagai gejala kenaikan tekanan darah tinggi. Sebagaimana kasus tersebut, dokter umumnya baru mewaspadai adanya tumor setelah pasien mengeluhkan kumpulan gejala yang disebut Trias Tumor. Yakni, yang terdiri dari sakit kepala, rasa mau muntah (nausea), dan gangguan penglihatan antara lain melihat dobel. Keluhan dan gejala lain yang dapat dirasakan adalah kepala rasa berputar (vertigo), sulit memulai tidur dan sangat pelupa.
Tumor intracerebral dapat berupa tumor primer, yaitu yang berasal dan berada di jaringan otak sendiri. Dapat juga sebagai tumor metastase, yaitu tumor yang merupakan penyebaran dari jaringan tubuh lain seperti hati (liver), pankreas, ginjal dan sebagainya.
Keluhan dan gejala tumor otak bervariasi tergantung pada ukuran, lokasi, dan tingkat pertumbuhan tumor. Secara umum tanda-tanda dan gejala akibat tumor otak dapat mencakup:
Sakit kepala yang “tidak biasa”, maksudnya kalau tadinya sakit kepala dapat disembuhkan dengan meminum obat dari warung, ternyata setelah mereda sakit kepala timbul dan timbul lagi. Semua keluhan ini muncul akibat desakan tumor di ruang intracranial.
Faktor Resiko
Meskipun para ahli kesehatan belum sepakat tentang penyebab tumbuhnya tumor otak primer akibat adanya mutasi-mutasi genetik, tetapi diidentifikasi merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko tumbuhnya tumor otak.
Faktor resiko meliputi: bangsa berkulit putih lebih sering mendapatkan tumor otak dibanding ras lain; usia meningkatkan resiko terjadinya tumor otak. Meskipun dapat terjadi pada setiap usia, tumor otak tertentu, seperti medulloblastomas, terjadi hampir secara eksklusif pada anak-anak; paparan radiasi atau bahan kimia tertentu dapat menjadi penyebab peningkatan terjadinya kanker otak, seperti para patolog atau pembalsem jenazah atau akrilonitril di pabrik plastik.
Efek radiasi lain, seperti penduduk yang tinggal di bawah lapang elektromagnetik dari saluran tinggi (disebut SUTET/Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) belum terbukti terkait dengan terjadinya tumor otak. Demikian juga dengan radiasi radio frekeunsi dari ponsel dan oven microwave; paparan kimia di tempat kerja. Orang-orang yang bekerja dalam  industri tertentu mungkin memiliki peningkatan resiko tumor otak, akibat terpapar bahan kimia di tempat bekerja; riwayat penyakit keluarga. Sebagian kecil dari tumor otak terjadi pada orang dengan riwayat keluarga pengidap tumor otak atau riwayat keluarga sindrom genetik yang meningkatkan resiko tumor otak; laki-laki secara umum, tumor otak lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Namun, meningioma lebih sering terjadi pada perempuan.
Komplikasi
Yang dimaksudkan dengan komplikasi dalam hal ini adalah dampak yang dirasakan akibat keberadaan tumor yang muncul dalam bentuk keluhan maupun gejala.

Komplikasi dapat berupa: (1) Kelemahan; tumor otak dapat merusak setiap bagian dari otak. Jika bagian otak yang terlibat berfungsi atau sebagai pengendali kekuatan atau gerakan maka akan mengakibatkan kelumpuhan atau kelemahan di sebagian atau seluruh tubuh. Kelemahan yang disebabkan tumor otak dapat sangat mirip dengan yang diakibatkan stroke. (2) Gangguan penglihatan; tumor otak dapat menimbulkan kerusakan syaraf yang terkait dengan fungsi mata atau bagian otak yang memproses informasi visual (visual cortex) sehingga terjadi gangguan seperti penglihatan ganda atau penurunan ketajaman penglihatan. (3) Sakit kepala; akibat peningkatan tekanan intracranial dapat mengakibatkan sakit kepala. Sakit kepala dapat parah dan terus menerus yang dapat disertai dengan mual dan muntah. Sakit kepala dapat disebabkan tumor itu sendiri, atau akibat terjadinya penimbunan cairan dalam otak (hidrocefalus). (4) Perubahan kepribadian; tumor otak di daerah-daerah tertentu dapat mengakibatkan terjadinya perubahan kepribadian atau perilaku. (5) Pendengaran; tumor yang mempengaruhi syaraf pendengaran -terutama akustik neuromas- dapat menyebabkan gangguan pendengaran di telinga di sisi terlibat. (6) Kejang; tumor otak dpat menyebabkan iritasi pada otak sehingga mengakibatkan timbulnya kejang. [islamaktual/sm/moh.was’an]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top