Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pasar ekspor Timur Tengah yang punya potensi besar serta belum digarap serius oleh pemerintah selama ini mulai dilirik kembali. Salah satunya yang dilirik adalah Dubai, Uni Emirat Arab. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk bisa menggenjot ekspor hingga jadi 300 persen.
Bachrul Chairi, Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) menyatakan bahwa para pelaku usaha dari Dubai punya keinginan serta komitmen untuk menjalin kerjasama perdagangan dan menanamkan investasi berbasis syariah di Indonesia.Sinyal kerjasama ini ditandai dengan diadakannya pertemuan antara delegasi Dubai Islamic Economy dari Persatuan Emirat Arab (PEA), dan CEO Dubai Export Development Cooperation, dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Tawaran kerjasama ini menurut Bachrul harus segera direspon dan dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku dunia usaha di Indonesia. Menurutnya, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia saat ini sangat pesat, mulai dari potensi pasar, nilai, konsumsi, dan nilai aset.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa pertemuan dengan delegasi PEA tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerjasama perdagangan bilateral kedua negara dalam lingkup ekonomi islam serta menjajaki hubungan bisnis jangka panjang di sektor syariah. Lebih dari itu, pihak Dubai juga ingin masuk ke dalam sumber produk-produk halal dari Indonesia untuk agar dapat di ekspor melalui negara tersebut.
"Kami berharap kerja sama dengan Dubai ini dapat meningkatkan surplus ekspor nonmigas Indonesia ke PEA, sebelumnya kami telah membukukan angka sebesar 1,16 miliar dolar AS pada 2013," ungkap Bachrul seperti dikutip republika.co.id. Kerja sama dengan pihak Dubai disebut-sebut akan membuka peluang perdagangan dan investasi yang sangat besar bagi Indonesia ujar Bachrul.
Seperti diketahui, Dubai telah menjadi pusat perdagangan luar negeri terbesar karena sekitar 85 persen perdagangan luar negeri PEA melalui Dubai. Penduduk Dubai yang berjumlah sekitar 1,8 juta orang juga mempunyai daya beli tinggi. Negara teluk tersebut juga menjadi jembatan penghubung perdagangan dengan negara-negara kawasan sekitarnya di Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa Timur, Asia Tengah, dan Asia Selatan.

Menurut data yang ada, tren perdagangan Indonesia-PEA selama periode 2009–2013 tumbuh sebesar 23,37 persen setiap tahun. Pada 2013 saja, nilai total perdagangan tersebut mencapai 3,4 miliar dolar AS, dimana perdagangan itu terdiri dari perdagangan nonmigas mencapai 2 miliar dolar AS serta perdagangan migas sebesar 1,4 miliar dolar AS. Kemudian untuk nilai ekspor produk nonmigas Indonesia ke PEA tercatat sebesar 1,6 miliar dolar AS, dan nilai impor produk nonmigas Indonesia dari PEA sebesar 420 juta dolar AS. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top