Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah
mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” Firman Allah SWT di Surat Fushshilat ayat 34
ini, sangat tepat menggambarkan proses berlabuhnya hidayah di hati Jaz Cooper,
warga negara Australia yang memeluk Islam dan sedang mondok
di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo


Salah satu kegemaranku adalah travelling ke negara-negara di luar Australia. Selama ini aku tinggal di Melbourne dan bekerja freelance di bidang jasa konstruksi dengan spesialisasi pengecatan. Begitu dapat uang cukup, kugunakan untuk melancong. Mulai dari Indonesia, Malaysia, dan Hongkong. Atau bahkan sampai ke Amerika, Kanada, Jerman, Perancis, Inggris, Polandia dan negara lainnya.
Ternyata ada banyak hal yang baru kupahami tentang Islam dan pemeluknya setelah bertahun-tahun berkelana. Dari sekian masyarakat yang kutemui, aku terkesan dengan orang Islam. Yang paling kukagumi adalah komitmennya beragama. Mereka berbondong-bondong ke masjid saat mendengar adzan. Aku salut akan kesanggupan mereka untuk tidak makan dan minum selama bulan puasa Ramadhan. Komitmen ini yang nyaris tak kutemui di masyarakat Barat. Mereka hanya tiga kali ke gereja. Saat dibaptis, menikah dan meninggal dunia.
I am so impressed ‘sungguh aku sangat terkesan dengan sikap muslim’. Mereka suka menolong dan bersedekah. Inilah komitmen mereka terhadap agama.
Aku tidak percaya jika julukan teroris yang disematkan media massa kepada orang Islam. Aku melihat dengan mata kepala sendiri kebaikan orang Islam. Tuduhan itu sangat bertendensi politis. Tidak berkaitan langsung dengan Islam ataupun orang muslim secara umum.
Kemudian kucoba memikirkan ulang agama keluargaku. Banyak hal-hal yang tidak logis di injil. Misalnya matahari dan air diciptakan setelah bumi dan tumbuhan. Mana mungkin pohon bisa hidup kalau tanpa air dan matahari? Selain itu ada beberapa ajaran lain yang sangat membingungkan. Misalnya, pemuka agama mengisolasi diri dari masyarakat. Ajaran seperti itu tidak memberi manfaat bagi masyarakat tentunya.
Akupun mulai membaca al-Qur’an. Semua hal di dalam kitab suci umat Islam itu sangat ilmiah. Bahkan kutemukan banyak ayat dalam al-Qur’an itu yang dijadikan inspirasi para ilmuwan.
Setelah hampir 15 tahun berkeliling dunia, pada tahun 2000, saya mengucapkan syahadat di Pengadilan Negeri Nganjuk, Jawa Timur. Saat itu saya diantar seorang teman. Namanya Eti Ningsih. Aku mengenalnya di Hongkong pada 1999. Kala itu aku sering ke Hongkong untuk membantu bisnis orang tua. Eti juga kerja di sana. Kemudian kami bertemu lagi di Nganjuk. Tak lama setelah berikrar, aku meminangnya. Kemudian kami tinggal di Melbourne sampai lahirnya ketiga putra kami.
Kecaman Keluarga dan Teman
Sekembalinya ke Australia, keislamanku mendapat banyak cobaan. Terutama dari keluargaku. Mereka sangat menyesalkan keputusanku memeluk Islam. Tak sedikit teman-teman yang juga mencibir. Menurut mereka, Islam hanya untuk orang terbelakang saja. Tapi semua itu kuhadapi dengan wajar dan tidak terlalu memperdulikannya.
Lambat laun mereka mulai menghormati keberadaanku sebagai seorang muslim. Tekadku semakin bulat menggenggam Islam dalam hatiku. Makanan haram dan minuman keras kutinggalkan. Aku hanya ingin melakukan amal ibadah.
Itulah harga dari kebenaran hakiki. Termasuk resiko meninggalkan Australia. Sejaku Agustus tahun 2012, aku menetap di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor. Anak dan istri ikut serta. Semua penghidupan di Australia saya tinggalkan demi mendalami Islam hingga empat tahun mendatang.
Aku berterima kasih kepada pimpinan Gontor, khususnya Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi yang bersedia menampung saya sekeluarga. Juga kepada komunitas muslim Australia khususnya dari Indonesia atas semua dukungannya.

Mereka menyemangati agar terus menempa diri untuk menjadi muslim yang baik dan menjadi kader dakwah yang handal di tengah masyarakat Australia kelak. [islamaktual/alfalah/jazcooper]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top