Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Habib Ahmad Zein al Kaff, Ketua Majelis Syuro Alinasi Nasional Anti Syiah (ANNAS) mengaku kecewa dengan langkah Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin yang memberikan kata pengantar buku “Syiah Menurut Syiah” yang diterbitkan Ahlul Bait Indonesia (ABI). Pernyataan ini disampaikan Habib Zein dalam audiensi yang digelar Forum Umat Islam (FUI) dengan Menteri Agama di Kantor Kementerian Agama di Jakarta.
“Ada beberapa pembicaraan, khususnya para ulama yang sedang membangun umat ini. Mohon maaf, seperti Bapak Menteri Agama memberi sambutan pada buku Syiah,” ujar Habib Zein seperti dikutip islampos.com Rabu (25/2) kemarin.
Menurut Habib Ahmad Zein al Kaff, langkah Menag merupakan pukulan bagi para ulama Ahlussunah di Indonesia. Padahal, ujar Habib Zein, umat Islam di Indonesia yang merupakan Ahlussunnah saat ini tengah bersatu untuk berjuang melawan bahaya Syiah. Hal ini dilakukan sejak terjadinya serangan kelompok Syiah di Sampang, dan Kompleks Az-Zikra Sentul . Bahkan, menurutnya serangan terakhir terhadap Kompleks Majelis Az- Zikra kemarin seharusnya menjadi pelajaran bagi pemangku kebijakan agar tak mudah dipengaruhi Syiah.
Sebab, lanjutnya, orang-orang Syiah sudah membahayakan negara, seperti yang terjadi di India, Bahrain, Libanon, Suriah, India, Yaman, Iran, Pakistan dan sebagainya.
Keberanian kelompok Syiah di Indonesia berbuat anarkis sebenarnya tidak lepas dari hilangnya peran negara, khususnya Kementerian Agama dalam melindungi hak-hak Umat Islam Ahlussunah wal Jamaah.
“Aneh rasanya, orang Syiah di Iran membunuh umat Islam Ahlussunnah, terus datang ke Indonesia mengajak untuk menjalin ukhuwah dengan umat Islam Ahlussunnah,” tegas Habib Zein yang juga Wakil Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini.
Maka dari situ, Habib Zein meminta segala bentuk kerja sama yang sudah dijalin Kemenag dengan Iran (Syiah) untuk segara dihentikan atau diputus. Menurut beliau, pemerintah jangan memberi peluang kepada Syiah untuk dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia, demikian ujarnya saat memberi masukan kepada Menag.
Selain itu, Habib Ahmad Zein al Kaff juga merasa kecewa dengan sikap Dirjen Bimas Islam, Machasin, yang beliau anggap memberikan dukungan terhadap ajaran Syiah. Habib Zein mengaku bahwa komentar dari Bapak Dirjen Bimas Islam, yang sifatnya membela Syiah merupakan sebuah penyakit. Beliau merasa umat Islam telah berjuang mati-matian membela Ahlussunah tetapi kemudian serasa ditikam oleh pernyataan-pernyataan yang dianggap memberikan dukungan terhadap ajaran Syi’ah.
Sementara itu, Menag Lukman Hakim Saefuddin usai pertemuan memberikan keterangan bahwa dirinya akan menyerahkan fatwa sesat Syiah kepada MUI. Lukman berjanji siap mengikuti keputusan Ulama terkait Syiah jika MUI mengeluarkan fatwa sesat.
Menag juga mengutarakan permohonan maaf kepada umat Islam jika selama menjabat sebagai menteri melakukan hal-hal yang belum sesuai dengan jalur yang benar.
“Selama menjabat Menag, jika ada perihal yang saya lakukan belum sesuai dengan ‘track’ nya, secara pribadi saya minta maaf,” ujar beliau seperti dikutip hidayatullah.com.

Dalam audiensi tersebut turut hadir Lukman Hakim Syaefuddin (Menteri Agama), Dr. Machasin (Dirjen Bimas Islam Menag), Muhammad Al Khathath (Sekjen FUI), Alfian Tanjung (Taruna Muslim), Muhammad Sobri Lubis (Wakil Ketua Umum Front Pembela Islam), Muhammad Said Abdussomad (LPPI Makasar), Zulfi Sjukur (Dewan Dakwah), Nurdiati Akha (PP FORSAP) dan sebagainya. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top