Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kamis (12/2) kemarin mengecam Presiden AS Barack Obama yang masih bungkam soal pembunuhan tiga mahasiswa Muslim di North Carolina.
Berbicara bersama Enrique Peña Nieto, presiden Meksiko, saat kunjungan kenegaraan Meksiko, Erdogan mengatakan keheningan Obama, wakil presiden Joe Biden dan Menteri Luar Negeri John Kerry hanya membuat dirinya geram.
"Jika Anda tinggal diam ketika menghadapi sebuah insiden seperti ini, dan tidak membuat pernyataan apapun, dunia akan tinggal diam terhadap Anda," kata Erdogan sembari mengutuk mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan itu, seperti dikutip theguardian.com.
Erdogan melanjutkan bahwa, sebagai politisi, dia bertanggung jawab atas semua yang terjadi di negara Amerika Serikta dan dia harus menunjukan di mana posisi negaranya dalam kasus ini.
Turki yang merupakan calon negara anggota Uni Eropa dan anggota aliansi militer NATO, adalah sekutu utama AS dalam perang melawan gerakan radikal Islam. Namun Erdogan, seorang Muslim Sunni yang taat, menjadi semakin blak-blakan tentang apa yang ia lihat setelah melihat meningkatnya rasa bahkan Islamofobia di Barat. Tahun lalu, Erdogan menyatakan bahwa hubungannya dengan Obama menjadi tegang dan bahkan Erdogan tidak lagi berbicara langsung dengan Obama karena kecewa dengan kurangnya tindakan AS selama perang di negara tetangga Suriah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terjadi pembunuhan brutal terhadap tiga orang muslim di Chapel Hill, dekat University of North Carolina. Ketiga korban ditembak hingga tewas pada Selasa (10/2) kemarin malam waktu setempat oleh tetangganya sendiri. Pihak kepolisian menduga motif pembunuhan itu adalah karena masalah rasial. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top