Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Mendekati detik-detik pelaksanaan eksekusi mati terhadap gembong narkoba Australia yang menjadi anggota Bali Nine, komentar pro dan kontra semakin nyaring terdengar. Ada sebagian warga yang menolak eksekusi, namun banyak pula yang mendukung langkah pemerintah tersebut.
Dewan Masjid Indonesia (DMI) merupakan salah satu yang memberikan dukungan pelaksanaan eksekusi mati tersebut. DMI menyatakan bahwa hukuman mati terhadap gembong narkoba tersebut merupakan upaya pemerintah Jokowi-JK dalam menegakkan hukum dan kedaulatan negara.
"Sikap pemerintah sudah tepat untuk melaksanakan eksekusi mati gembong narkoba. Dengan begitu, pemerintah tunduk pada hukum dan sudah semestinya hukum menjadi panglima di negeri ini," ujar Sekretaris Bidang Kominfo, Kerjasama Antar Lembaga dan Luar Negeri, Pimpinan Pusat DMI, Hery Sucipto Kamis (26/2) seperti dikutip republika.co.id.
Sikap tegas pemerintah yang tetap akan melaksanakan eksekusi mati tahap kedua meski mendapat kritikan dan tentangan keras terutama dari beberapa negara asing sangat diapresiasi oleh DMI. Dengan sikap tegas itu, lanjut dia, pemerintahan Jokowi-JK telah menunjukkan bahwa kedaulatan hukum, bangsa dan negara adalah harga mutlak.
Mengenai protes yang dilakukan oleh beberapa pihak, Hery menyatakan hal yang wajar bagi negara yang salah seorang warga negaranya terkena hukuman mati. Hal itu sama ketika ada warga Indonesia yang terkena ancaman hukuman mati di negara lain, pemerintah juga akan melakukan protes. Namun demikian, protes tidak boleh mempengaruhi bahkan mendikte sikap dan putusan hukum tetap di Indonesia, karena itu merupakan soal harga diri dan martabat bangsa papar pakar kajian Timur Tengah ini.
Hery juga mengkritik sikap beberapa negara seperti Australia dan Brasil yang cenderung mengintervensi pemerintah Indonesia karena tidak mau memenuhi keinginan mereka, yakni dengan meminta penundaan bahkan pembatalan eksekusi warganya yang terlibat kasus kejahatan narkoba tersebut.
Selain itu, menurutnya sebuah ketidak pantasan lembaga sebesar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga ikut dalam mengintervensi Indonesia agar membatalkan eksekusi mati.
DMI meminta pemerintah untuk tetap tegas dan istiqamah menjalankan putusan hukum. Selain itu dampak akibat narkoba juga telah telah merusak generasi bangsa. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top