Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pernyataan al-Qur’an bahwa kitab-kitab suci terdahulu itu sudah dipalsukan, bukanlah isapan jempol belaka, melainkan satu kebenaran yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Mari kita telaah bukti-bukti berikut:
  1. Kitab Taurat Musa itu hanya satu, bukan lima
Dalam teologi Kristiani, diyakini bahwa Kitab Taurat yang ditulis oleh Nabi Musa terdiri dari 5 buah kitab yang ada dalam Bibel, yaitu : Kitab Kejadian (Genesis), Kitab Keluaran (Exodus), Kitab Imamat (Levicticus), Kitab Bilangan (Numeric) dan Kitab Ulangan (Deuteronomy). Kalau dikaji dengan cermat, ternyata 5 kitab Taurat dalam Bibel itu tidak sama dengan wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Musa a.s selama hidupnya. Buktinya sebagai berikut: “Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan,” (Kitab Ulangan 31:24).
Dari ayat ini dapat dipahami dengan jelas, bahwa kitab Taurat yang asli ditulis oleh Musa itu hanya satu buah kitab saja, bukan lima. Sebab, sepanjang hayat sampai wafatnya, Musa hanya menuliskan satu buah kitab saja. Sampai saat ini, tidak ada orang Kristen yang bisa menunjukkan mana sebuah kitab Musa yang dimaksudkan dalam ayat tersebut. Mereka selalu bertahan dalam pendirian bahwa Taurat Musa itu ada 5 kitab, walaupun tidak ada dalil yang mendukung.
  1. Kitab Taurat dalam Bibel bukan kitab Taurat peninggalan Nabi Musa
Lalu matilah Musa, hamba Tuhan itu, disana di tanah Moab, sesuai dengan firman Tuhan. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-poer, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini. Musa berumur seratus seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu.” (Kitab Ulangan 34:5-8).
Dari ayat ini, dapatlah dimengerti dengan mudah, bahwa kitab Taurat yang ada dalam Bibel pada saat ini bukanlah kitab Taurat yang ditulis oleh Musa. Logika sehat tidak bisa menerima bahwa seseorang yang masih hidup bisa menceritakan kematiannya. Atau, bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa menulis kisah kematiannya sendiri dalam sebuah kitab? Jawabannya, mustahil Musa menuliskan kematiannya sendiri, karena Taurat yang ada pada saat ini memang bukan peninggalan Nabi Musa a.s
Seorang theolog Barat, Dr. M.r D.C. Mulder mengomentari ayat tersebut sebagai berikut, “sampai abad ke-18 umum diterima oleh kalangan orang Yahudi dan orang Kristen bahwa Pentateuch (Taurat, ed) itu dikarang oleh Nabi Musa sendiri. Hanya tentang ULangan 34:5-12 (wafat Musa) kadang-kadang diterangkan bahwa bagian itu dikarang oleh Yusak; tetapi terdapat juga keterangan bahwa Musa sendiri menubuatkan hal wafatnya sendiri. Akan tetapi, sejak abad ke-18 tradisi mengenai Musa sebagai pengarang mulai diragukan.” (Pembimbing ke Dalam Perjanjian Lama, BPK Jakarta, 1963 hal. 40-41).
  1. Adanya perbedaan yang tajam tentang jumlah kitab dalam Perjanjian Lama (PL) versi Katolik dengan versi Protestan. PL milik Katolik berjumlah 46 kitab, sedangkan milik Protestan berjumlah 39 kitab
Pertanyaannya, kenapa jumlah kitab dalam Perjanjian Lama milik Katolik dengan milik Protestan bisa berbeda? Mengapa PL Katolik lebih banyak 7 kitab (yaitu: Tobit, Yudit, Makabe1, Makabe2, Kebijaksanaan, Sirakh dan Barukh) dibandingkan dengan milik Protestan? Mungkinkah Tuhan mewahyukan kitab suci yang berbeda kepada umat yang sama-sama Kristen?
  1. Adanya perbedaan isi kitab Ester antara milik Katolik dengan milik Protestan
Milik Protestan terdiri dari 10 pasal, sedangkan milik Katolik terdiri dari 16 pasal.
  1. Banyaknya kitab-kitab yang hilang dari Perjanjian Lama
  • Dalam kitab I Raja-raja 4:32-33 disebutkan:
“Salomo menggubah tiga ribu amsal, dan nyanyiannya ada seribu lima. Ia bersajak tentang pohon-pohonan, dari pohon aras yang di gunung Libanon sampai kepada hisop yang tumbuh pada dinding batu; ia berbicara juga tentang hewan dan tentang burung-burung dan tentang binatang melata dan tentang ikan-ikan”.
Pada ayat tersebut diceritakan bahwa Nabi Sulaiman (Salomo) menggubah 3.000 amsal, 1.005 nyanyian (kidung), mengarang sajak tentang pohon-pohonan, sajak tentang hewan, sajak tentang burung-burung, sajak tentang binatang melata dan sajak tentang ikan-ikan. Kemanakah amsal 3.000 hasil gubahan Sulaiman itu? Dimanakah kidung 1.005 gubahan Sulaiman itu? Mana sajak Sulaiman tentang burung-burung, ikan-ikan, binatang melata, dan lain-lain? Tidak ada!
  • Banyaknya kitab Riwayat dan Nubuat Nabi yang musnah dari Bibel
Dalam kitab II Tawarikh disebutkan sebagai berikut:
“Bukankah riwayat Rehabeam dari awal sampai akhir semuanya tertulis dalam riwayat Semaya, nabi itu, dan Iso, pelihat itu, yang juga memuat daftar silsilah. Antara Rehabeam dan Yerobeam terus-menerus ada perang” (II Tawarikh 12:15).
“Selebihnya dari riwayat Yosafat, dari awal sampai akhir, sesungguhnya semuanya itu tertulis di dalam riwayat Yehu bin Hanani, yang tercantum di dalam kitab raja-raja Israel” (II Tawarikh 20:34).
Pada ayat diatas disebut-sebut beberapa kitab, antara lain Kitab riwayat Nabi Natan; Kitab Nubuat Ahia; Kitab riwayat Semaya; Kitab riwayat Ido; Kitab riwayat Yosafat; Kitab riwayat Yehu bin Hanani. Pada saat ini, dimana kitab-kitab sejarah itu? Tak ada yang tahu kemana rimbanya!
  1. Kitab Perintah Ester telah raib
Dalam Ester 9:32 disebutkan, “Demikianlah perintah Ester menetapkan perihal Purim itu, kemudian dituliskan di dalam kitab.Sekarang, kemanakah Kitab Perintah Ester itu? Telah raib tak bisa dilacak lagi.
  1. Kitab Mazmur (Zabur) bukan dari Nabi Daud
  • Kitab Mazmur (Zabur) tidak ditulis oleh Nabi Daud
Apakah kitab Mazmur (Zabur) yang ada pada saat ini benar-benar wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Daud? Setelah diselidiki, ternyata kitab tersebut sangat diragukan keasliannya. Karena terbukti bahwa penulisnya bukanlah Nabi Daud sebagaimana anggapan para theolog Kristen. Buktinya, dalam Mazmur pasal 50, 73, 74, 75 dan 76 dapat dilihat dengan sangat mudah bahwa kitab-kitab tersebut bukan ditulis oleh Daud, melainkan oleh seseorang yang bernama Asaf.
Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, Tuhan Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya…” (Mazmur 50:1).
Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya…” (Mazmur 73:1).
Nyanyian pengajaran Asaf. Mengapa, ya Allah, Kau buang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu?” (Mazmur 74:1)
“Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Mazmur Asaf. Nyanyian” (Mazmur 75:1).
“Untuk pemimpin kor. Dengan iringan kecapi. Mazmur Asaf. Nyanyian” (Mazmur 76:1).
  • Pelecehan Mazmur kepada Nabi Daud bahkan dalam kitab Mazmur 51:1-2 disebutkan fitnah yang sangat keji, bahwa Nabi Daud melakukan skandal seksual bersama Batsyeba, isteri pembantu kerajaannya.
“Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba (Alkitab versi Terjemahan Baru LAI 1994).
“Untuk pemimpin kor. Mazmur karangan Daud setelah ia ditegur oleh nabi Natan karena berbuat zinah dengan Batsyeba (Alkitab versi Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari LAI 1994).
Ayat tersebut jelas sangat janggal. Apakah mungkin Tuhan memerintahkan kepada nabi Daud untuk menuliskan perbuatan zinah yang telah dilakukannya?
Apabila benar bahwa nabi Daud adalah pelaku skandal seksual, mungkinkah Allah memilihnya menjadi nabi yang diutus untuk membimbing umat ke jalan yang lurus? (bersambung)

[islamaktual/tabligh/abudeedat]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top