Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Dalam Kongres Umat Islam (KUII) ke-VI yang diselenggarakan di Jogjakarta, tak tampak kehadiran undangan dari pihak Syi’ah dan Ahmadiyah. Ketidakhadiran pihak Syi’ah dan Ahmadiyah dikonfirmasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), bahwa mereka memang tidak mengundang Syi’ah dan Ahmadiyah.
Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain dalam keterangannya mengatakan, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI memang tidak mengundang Syiah.
Seperti dikutip republika.co.id, beliau menjelaskan,"Ahlul Bait Indonesia (ABI) dan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) tidak diundang dalam Kongres Umat Islam. Mereka bukan bagian dari Islam,"
Sementara itu, untuk Ahmadiyah, penjelasan diberikan oleh Ketua MUI Din Syamsudin. Din yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menyatakan bahwa Ahmadiyah merupakan paham aliran yang sudah jelas sesat oleh karena itu mereka tidak diundang dalam kongres umat Islam.
Din menyatakan bahwa sama halnya dengan kelompok atau jama’ah masjid yang tidak memiliki struktur organisasi yang berbadan hukum. Menurutnya mereka tidak bisa diundang sebagai peserta kongres.
Sementara itu, Muslim Jamil, Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan  Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) ditempat terpisah meminta pada penyelenggara agar  Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang ke-VI di Yogyakarta tidak mengundang organisasi yang alirannya sesat.  
ANNAS akan merasa kecewa jika Kongres Umat Islam sampai mengundang organisasi aliran sesat. Sebab jika mereka diundang itu sama saja mengakui mereka  bagian dari Islam dan itu dianggap berbahaya. Para ulama di kongres diharapkan untuk memikirkan bagaimana cara menghadapi maraknya aliran sesat di Indonesia. Jangan sampai akidah umat Islam dirusak oleh berbagai aliran sesat itu ujar Muslim.

Sebelumnya memang ada kabar bahwa seorang pengurus MUI Pusat awalnya ingin mengundang kelompok Syi’ah dan Ahmadiyah untuk dapat hadir di KUII Ke-VI di Keraton Yogyakarta, Senin (09/02/2015) siang. Tetapi setelah para petinggi MUI Pusat mengadakan pertemuan untuk berdiskusi, kesepakatan yang dihasilkan adalah Syiah akhirnya tidak jadi diundang. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top