Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Naudzubillah. Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang, Fadilah Budiono mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen kepala desa di Sampang, Madura, Jawa Timur, terlibat penyalahgunaan narkoba.
"Kondisi ini jelas sangat mengkhawatirkan dan harus mendapatkan perhatian serius semua pihak," katanya di Sampang, Selasa (24/2) seperti dikutip republika.co.id.
Ketua BNK Fadilah Budiono meminta agar pemkab hendaknya melakukan tes urine kepada warga yang hendak mencalonkan diri sebagai kepada desa. Hal ini terkait dengan data banyaknya kepala desa yang terjerat narkoba itu.
Tes urine itu diperlukan nantinya, sehingga diharapkan para kepala desa itu, benar-benar bebas dari narkoba. Sebab, kades yang mengkonsumsi narkoba, tidak mungkin bisa menjalankan roda pemerintahan dengan akal sehat. Bahkan Fadillah menyarankan bakal calon kades yang positif memakai narkoba untuk dicoret dari pencalonan
Fadilah yang juga Wakil Bupati Sampang tersebut juga menyatakan bahwa di wilayah Sampang saat ini kian marak peredaran obat terlarang. Narkoba menjerat berbagai kelompok usia, baik remaja, pemuda maupun orang tua.
Kondisi ini jelas memprihatinkan, mengingat BNK Sampang selama dua tahun terakhir mendapat anggaran khusus penanganan narkoba sebesar 600 juta rupiah. Jumlah tersebut merupakan total anggaran pada tahun 2014 dan 2015. Dana sebesar itu sebagian besar digunakan untuk melakukan sosialisasi anti narkoba di sejumlah sekolah.

Menurut Fadilah, jalur utama peredaran narkoba di Sampang melalui jalur utara, seperti Kecamatan Sokobenah, Banyuates dan Kecamatan Ketapang. Wilayah ini, kata dia, menjadi jalur lalu lintas masuknya barang haram tersebut ke Kota Sampang. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top