Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Setiap tahun kaum muslimin melaksanakan ibadah haji, dan setiap musim ibadah haji penginjil Amos alias Poernama alias Apwin tidak pernah ketinggalan untuk menyesatkan kaum muslimin lewat buku manasik haji palsu yang berjudul “Upacara Ibadah Haji”. Penulis sering mendapat kiriman buku tersebut dari keluarga korban pemurtadan, juga penulis pernah beberapa kali melakukan diskusi dengan Poernama cs.
Dalam menyebut ibadah haji, Poernama sengaja memakai istilah “upacara ibadah haji”. Pemakaian istilah ini adalah penghinaan yang nyata kepada umat Islam dengan mengatakan bahwa ibadah haji satu bentuk upacara, yang dikonotasikan sebagai tata cara ritual buatan manusia yang bukan dari ajaran Allah SWT. Padahal, haji adalah ibadah yang masyruk (disyariatkan) dari al-Qur’an (QS. al-Baqarah [2]:196-203, QS. Ali Imran [3]:97).
Upacara ibadah haji adalah salah satu kewajiban yang ditetapkan dalam Rukun Islam yang ke-lima. Sebab itu sangatlah penting dan berguna untuk diketahui, apa Rukun Islam itu. Untuk mengetahui Rukun Islam ada baiknya perlu terlebih dahulu memahami Rukun Iman yang merupakan dasar prinsip keimanan dari Agama Bangsa Arab (Islam, pen). (hal. 3)
Isi buku tersebut melecehkan seluruh rukun iman dan rukun Islam, melecehkan Allah SWT, melecehkan syariat Islam, menghina Nabi Muhammad SAW. Dalam pembahasan Rukun Iman, penginjil Poernama mengatakan bahwa iman kepada malaikat dalam Islam itu ada dua macam, yaitu iman kepada malaikat yang baik dan malaikat yang jahat, berikut petikannya:
“Dalam iman Islam, pembantu Allah adalah malaikat-malaikat, yaitu makhluk yang tidak tampak dan masing-masing mempunyai fungsi tertentu, yaitu terdiri dari dua kelompok, yaitu malaikat yang baik dan malaikat yang jahat… Malaikat yang baik terdiri dari malaikat penghulu, yaitu: Jibril (malaikat yang menyampaikan wahyu), Mikhael (malaikat pemelihara), Israfil (malaikat malapetaka), Izrail (malaikat kematian), Malik (malaikat penjaga neraka), Ridwan (malaikat penjaga surga), Malaikat yang memerintah, yaitu malaikat Munkar dan Nakir.
Malaikat yang jahat terdiri dari iblis atau syetan yaitu malaikat jatuh dan jin, yang tergolong dua, yaitu muslim dan jin kafir (surat 72 al jin ayat 14). Adapun jin muslim dianggap baik karena mengakui Muhammad sebagai rasul. Tetapi baik jin muslim maupun jin kafir kedua-duanya adalah iblis (surat 6 ayat 128 surat 18 ayat 50). (hlm. 5)
Di dalam Islam tidak ada malaikat yang jahat, dan tidak ada malaikat pembangkang. Menurut al-Qur’an semua malaikat tunduk dan patuh pada perintah  Allah. Semua malaikat tidak sombong melainkan takut kepada Allah SWT serta patuh melaksanakan perintah-Nya (QS. al-Anbiya’ ayat 19-20 dan 27; QS. an-Nahl ayat 49-50; QS. at-Tahrim ayat 6). Salah kaprah jika penginjil Poernama mengatakan bahwa jin adalah bagian dari malaikat yang jahat. Ini sama sekali tidak benar, karena dari segi penciptaannya saja sudah berbeda. Jin tercipta dari api (nar), sedangkan malaikat dari cahaya (nur).
Dalam Kitab Suci Kristen malaikat akan Masuk Neraka Bersama Iblis
“Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang disebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk iblis dan malaikat-malaikatnya.” (Matius 25: 41)
Iblis Bisa Menyamar Menjadi Malaikat
“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab iblispun, menyamar sebagai malaikat Terang.” (2 Korintus 11:14)
Paulus akan Mengadili Malaikat
“Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.” (1 Korintus 6:3)
Ayat-ayat bibel di atas menyebutkan ada malaikat yang tidak taat, ada iblis yang menyamar jadi malaikat, ada malaikat akan masuk neraka bersama-sama dengan iblis, dan lebih hebat lagi malaikat akan diadili oleh manusia. Jadi, Penginjil Poernama keliru mengatakan dalam Islam ada malaikat yang jahat, melainkan dalam agama Kristenlah ada malaikat yang jahat dan akan masuk neraka bersama iblis.
Beberapa Pelecehan Lain dalam Buku Manasik Palsu
Penginjil Poernama Menghujat Allah
Poernama menyatakan bahwa berdasarkan al-Qur’an dan hadits Nabi SAW, kedudukan Nabi Isa a.s sama dengan Allah SWT (hlm. 7-10). Menghina Allah SWT dengan menyatakan bahwa Allah adalah sebuah benda/zat (hlm. 15-17). Poernama melecehkan rukun Islam yang pertama, menurutnya, Allah SWT yang disembah setiap hari oleh kaum Muslimin adalah berbentuk sebuah zat atau benda yaitu di hajarul aswad. Menurut Poernama Allah-nya umat Islam itu berbentuk batu hitam. Karenanya, ia menulis buku bukan Allah tapi Elohim yang menyebutkan bahwa Allah itu bukan zat melainkan roh sesuai dengan ayat Alkitab (Yohanes 4:24).
Allah SWT Bertempat Tinggal di Mekkah
Poernama menghujat rukun Islam yang kedua, yaitu kewajiban shalat lima waktu. Ia menyebut shalat sebagai pendewaan umat Islam terhadap Ka’bah untuk menyembah Allah yang bertempat tinggal di Ka’bah yang ada di kota Mekkah.
Berikut petikannya: “shalat adalah cara sembahyang agama bangsa Arab (Islam, pen) yang waktu melakukannya yaitu ruku dan harus menghadap ke ka’bah di Mekkah (hlm. 33). Mengapa shalat agama bangsa Arab harus menghadap ke arah Ka’bah di Mekkah? Karena Ka’bah adalah tempat tinggal Allah yaitu rumah Allah (hlm. 35). “Hajar aswad inilah yang didewakan serta disembah dan diletakkan di Ka’bah sebagai tempat tinggal atau rumahnya Allah… (hlm.37).”
Menghina Allah dengan menyatakan bahwa berdasarkan al-Qur’an dan Hadits Nabi, Nabi Musa a.s lebih memiliki pengetahuan dibandingkan Allah SWT (hlm. 38-40). Menghina umat Islam dengan tuduhan bahwa umat islam memberhalakan Ka’bah (hlm. 49-51). Melecehkan ibadah haji dengan menuduh bahwa umat Islam halal mencuri dan korupsi untuk haji (hlm. 52). Menghina tauhid umat Islam sebagai tauhid yang menyembah sebuah batu (hlm. 60-61).
Pelecehan Terhadap Nabi Muhammad SAW
Menuduh Nabi Muhammad SAW sebagai nabi khusus untuk orang Arab saja yang mengajarkan kitab al-Qur’an khusus untuk orang Arab saja (hlm. 19-20). Menghina Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang belum memperoleh keselamatan (celaka) di akhirat (hlm. 23-25). Melecehkan Nabi Muhammad SAW dengan menuduh beliau pernah meniduri seorang gadis di bawah umur (hlm. 27-33).
Melecehkan Nabi Muhammad SAW dengan menuduh beliau sebagai orang yang hobi kawin-cerai (hlm. 32). Menuduh al-Qur’an sebagai kitab yang sudah tidak relevan dan ketinggalan zaman (hlm. 64-66). Menuduh Nabi Muhammad sebagai orang yang mengajarkan penyembahan berhala dalam Upacara haji (hlm. 71); sehingga orang yang tidak menyembah berhala dikafirkan oleh Nabi Muhammad (hlm. 73-74). Menuduh ibadah haji sebagai upacara penyembahan berhala yang tertutup (hlm 78). Menuduh ibadah haji sebagai pekerjaan syirik kepada Tuhan (hlm. 83).

Inilah beberapa penghujatan tentang isi buku manasik haji palsu tulisan Penginjil. Penyebaran buku seperti ini tentu dapat menyulut gesekan umat beragama dan mengancam kerukunan hidup antar umat beragama yang sedang digalakkan pemerintah. Waspadalah! [islamaktual/tabligh/abudeedat]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top