Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Misi kristenisasi semakin merajalela di Indonesia. Segala dilakukan kaum Nasrani agar dapat memurtadkan warga Indonesia terutama yang beragama Islam. Cara cepat instan maupun cara yang lambat membutuhkan kesabaran direncanakan oleh kaum Nasrani. Salah satu target kristenisasi adalah beberapa desa di daerah Bojonegoro dan Malang. Warga di beberapa desa di daerah Bojonegoro dan Malang tersebut sangat membutuhkan pembinaan agama Islam yang lebih mendalam karena rawan penyelewengan akidah.
Sejarah Komunis di Bojonegoro
Beberapa desa di Bojonegoro, dahulu sewaktu jaman Orde Lama, terkenal sebagai kantung massa dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Sebagian besar mereka adalah umat Islam, akan tetapi dengan pemahaman agama yang sangat rendah. Sehingga mereka dengan mudah diajak oleh aktivis komunis untuk mendukung Partai Komunis Indonesia (PKI).
Kurangnya pemahaman terhadap agama Islam yang mendalam sayangnya menurun ke generasi berikutnya. Banyak anak cucu mereka yang akhirnya hanya menjadikan agama Islam sebagai simbol belaka.
Diperlukan adanya pembinaan terhadap warga agar terlahir generasi baru yang lebih bertaqwa dan mengenal Islam. Beberapa dai mengarahkan dakwahnya ke sana dalam rangka memperbaiki pemahaman Islam warga desa. Ustadz Harits Abu Ulya adalah salah satunya. Beliau adalah dai yang rutin berdakwah dalam beberapa tahun terakhir ini, terjun di tengah-tengah kebutuhan umat.
Ustadz Harits dengan gaya bahasa rasional dan persuasif berdakwah di tengah warga. Beliau mengajak masyarakat untuk memeluk Islam secara kaffah. Setiap pekan selalu diadakan kegiatan kajian pembinaan Islam. Salah satunya adalah kajian malam Jumat yang dihadiri oleh warga desa Kauman, Kecamatan Baureno di Bojonegoro.
Malang Kota Zending
Kota Malang sudah dikenal sebagai basis zending Kristen sejak zaman penjajahan Belanda. Sebut saja Gereja Hati Kudus Yesus (Gereja Kayutangan) dan Gereja Kathedral Ijen (Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel) yang telah berdiri lama di kota Malang. Bahkan, pada tahun 1954 seorang misionaris Dr. Andrew Gih memindahkan Sekolah Teologi Madrasah Alkitab Asia Tenggara (MAAT) dari Bandung ---yang dia dirikan pada 1952--- ke Malang. Kemudian Dr. Andrew mengganti nama sekolahnya menjadi Seminari Alkitab Asia Tenggara (Southeast Asia Bible Seminary).
Otomatis dengan adanya pusat kegiatan Nasrani di kota Malang, peluang kristenisasi semakin besar. Dampak pada pemurtadan dan minimal pendangkalan aqidah akan terjadi di tengah mayoritas penduduk kota Malang yang beragama Islam. Wilayah seperti di kecamatan Bantur, kecamatan Dampit, dan kecamatan Tirtoyudo, daerah-daerah tersebut adalah daerah yang paling banyak jadi orban zending di Kabupaten Malang bagian Selatan.
Akan tetapi, setitik harapan masih muncul bagi penguatan aqidah Islam. Ditengah misi kritenisasi di Malang Selatan, masih terdapat dai-dai yang istiqamah berupaya menjaga akidah umat Islam. Salah satunya adalah Ustadz Hasby Harokan. Da’i lulusan IKIP Malang ini giat melakukan safari dakwah di Malang Selatan dan sekitarnya. Ia adakan majlis taklim setiap pekannya bersama tim dakwah yang dikoordinirnya.
Tak bisa dipungkiri dalam menjalankan dakwahnya Ustadz Hasby kerap beradu argumentasi dengan kalangan Nasrani. Salah satunya dengan seorang bernama Martin Luther, tapi alhamdulillah setelah beberapa kali berdiskusi dan ijin Allah SWT akhirnya pemuda nasrani ini masuk islam pada Januari 2015.
Distribusi Al-Qur’an, Pintu Awal Penguatan Akidah
Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP) mendukung dakwah dan penguatan akidah di daerah Malang Selatan dan Bojonegoro. BWA akan melaksanakan project Al-Qur’an Road Trip Malang Selatan dan Bojonegoro, Jawa Timur.

Proyek itu rencananya akan mendistribusikan 1.200 eksemplar wakaf al Qur’an terjemah untuk memudahkan mereka umat Islam memahami isi Al-Qur’an. Sementara itu pembinaan akan dilakukan oleh ustadz Hasby Harokan dan Ust. Harits Abu Ulya yang sudah biasa turun ke tengah warga untuk menguatkan akidah mereka, sehingga semakin naik tingkat ketakwaannya dan tidak mudah terbujuk rayuan missionaris. [islamaktual/republika]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top